8
Kepala Desa

Sistem Informasi Keji
Tilik Arkeji
Arsip digital kepemimpinan, struktur organisasi, pencapaian, dan dokumentasi Desa Keji.
8
Kepala Desa
8
Penghargaan
1
Struktur
Arsip Kepemimpinan
Mengenal tokoh yang pernah memimpin dan berkontribusi terhadap perkembangan Desa Keji.
01Masa Jabatan
1969 – 1972
Ngasmin Suwitoharjo merupakan salah satu tokoh yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Keji. Beliau lahir di Desa Keji pada tahun 1932 (berdasarkan informasi lain disebut tahun 1938) dan merupakan putra dari Mbah Salimin. Pendidikan terakhir yang ditempuh adalah Sekolah Rakyat (SR) yang setara dengan Sekolah Dasar (SD). Sebelum menjabat sebagai Kepala Desa, beliau mengawali pengabdian sebagai bayan kemudian carik (sekretaris desa). Selama masa kepemimpinannya, beliau berkontribusi dalam pembangunan Desa Keji, di antaranya melalui pengadaan tanah untuk SD Negeri Keji serta pembangunan Musala Al Ikhlas. Setelah mengakhiri masa jabatannya, beliau bekerja di bidang proyek konstruksi hingga akhir hayatnya. Beliau wafat sekitar tahun 2007.
02Masa Jabatan
1972 – 1980
Hj. Soeratidjo lahir pada 14 Februari 1932. Beliau menempuh pendidikan terakhir di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sebelum mengabdikan diri sebagai Kepala Desa Keji pernah bertugas sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan pangkat terakhir Letnan Dua (Letda) hingga memasuki masa pensiun pada tahun 1965. Beliau menjabat sebagai Kepala Desa Keji pada periode 1972–1980. Selama masa kepemimpinannya, beliau berkontribusi dalam pembangunan desa, di antaranya melalui pembangunan dan perbaikan jalan, pembangunan Balai Desa, serta pengembangan sarana air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Beliau dikenal sebagai sosok yang mengabdikan diri bagi kemajuan Desa Keji melalui pembangunan infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakat. Beliau wafat pada tahun 1980, saat masih menjabat sebagai Kepala Desa.
03Masa Jabatan
1980 – 1997
Djuri merupakan salah satu tokoh yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Keji. Beliau lahir di Desa Keji pada 17 Juli 1948 dan merupakan putra dari Bapak Yatno. Pendidikan terakhir yang ditempuh adalah Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebelum menjabat sebagai Kepala Desa, beliau mengabdikan diri sebagai carik (sekretaris desa). Beliau menjabat sebagai Kepala Desa Keji sekitar tahun 1980-1997. Selama masa kepemimpinannya, beliau berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur desa, di antaranya pembangunan Jalan Sitoyo, pembangunan jalan menuju Suruhan, serta penanaman pohon kapas/randu di sepanjang ruas jalan desa. Beliau dikenal sebagai sosok yang tenang, rendah hati, terbuka kepada masyarakat, dan tegas dalam memimpin. Selama menjabat, beliau aktif menjalin kedekatan dengan warga, termasuk rutin mengunjungi masyarakat yang sedang sakit dan berkeliling desa untuk memantau kondisi warganya. Pada masa kepemimpinannya, kegiatan olahraga, khususnya bola voli, juga berkembang dengan cukup aktif di Desa Keji. Setelah mengakhiri masa jabatannya, beliau bekerja di wilayah Kalisidi. Beliau wafat pada tahun 2017.
04Masa Jabatan
1997 – 2002
Moh. Basri lahir pada 5 Mei 1956. Beliau merupakan putra dari Bapak Sajad dan Ibu Sholikah, serta suami dari Ibu Lilik Irawati. Pendidikan terakhir yang ditempuh adalah Sekolah Teknik Menengah (STM). Sebelum menjabat sebagai Kepala Desa, beliau mengabdi sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan pangkat Perwira. Beliau menjabat sebagai Kepala Desa Keji selama dua periode, yaitu sekitar 1997-2002. Selama masa kepemimpinannya, beliau berkontribusi dalam pembangunan desa melalui perbaikan dan pembangunan jalan, peningkatan sistem pengairan, serta mendorong kemajuan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Di bawah kepemimpinan beliau, PKK Desa Keji aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti Posyandu dan pendataan administrasi kelahiran maupun kematian, serta berhasil meraih prestasi hingga tingkat kabupaten. Beliau dikenal sebagai sosok yang tenang, berwibawa, tegas, dan mengayomi masyarakat. Beliau wafat akibat kecelakaan saat masih menjabat sebagai Kepala Desa di Periode kedua beliau menjabat.
05Masa Jabatan
2002 – 2007
Wahyu Nur Handoko lahir di Semarang, 26 Maret 1974. Pendidikan terakhir beliau adalah Sarjana di Universitas Diponegoro pada tahun 1997. Beliau menjabat sebagai Kepala Desa Keji pada periode 2002–2007. Selama masa kepemimpinannya, beliau berkontribusi dalam membuka akses jalan wilayah melalui pembangunan jalan tembus menuju Efrata, mendorong pengembangan kerja sama pengelolaan sumber air dengan investor melalui CV Tirto Wening, serta mendukung pelestarian kesenian tradisional, khususnya Reog di Dusun Suruhan. Setelah masa jabatannya sebagai Kepala Desa, beliau dipercaya sebagai Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) pada tahun 2009. Melalui program BKM, berbagai pembangunan infrastruktur seperti pavingisasi dan pembukaan jalan berhasil direalisasikan. Beliau juga turut berperan dalam pengembangan Desa Wisata Keji, termasuk menginisiasi permainan tradisional di setiap pos dan pemanfaatan rumah warga sebagai homestay. Selain itu, beliau pernah menjabat sebagai Ketua YTC (Youth Tourism Community) Kabupaten Semarang. Saat ini, beliau beraktivitas sebagai wiraswasta. Beliau memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan desa dan berharap berbagai gagasan yang dimiliki dapat terus diwujudkan demi kemajuan Desa Keji yang bermanfaat kedepannya.
06Masa Jabatan
2008 – 2017
Achmad Syakir lahir di Semarang, 5 Desember 1963. Beliau merupakan putra dari Mochammad dan Kikiek. Beliau menempuh pendidikan hingga jenjang Doktor dan berprofesi sebagai dokter umum sebelum mengabdikan diri sebagai Kepala Desa Keji. Beliau menjabat sebagai Kepala Desa Keji selama lima periode. Pada masa kepemimpinannya, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di antaranya pemanfaatan tanah bengkok desa bagi kepentingan warga, pembangunan Kantor Desa Keji yang digunakan hingga saat ini, serta pembangunan gapura Desa Keji sebagai identitas desa. Beliau juga menjalin kerja sama dengan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) untuk program kerja beliau yaitu membantu pemuda Desa Keji untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan pilihan program studi yang beragam. Selain pembangunan fisik, beliau mendorong penguatan tata kelola pemerintahan desa dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Atas dedikasinya, beliau pernah dipercaya sebagai Ketua Paguyuban Kepala Desa (Hamong Projo) Kabupaten Semarang. Beliau dikenal sebagai sosok yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat dengan prinsip bahwa kemakmuran warga merupakan tujuan utama pembangunan desa. Saat ini, beliau aktif mengajar di pondok mengaji, serta sesekali memberikan arahan dalam kegiatan kemasyarakatan, termasuk pelestarian tradisi Grebeg Wajik di Desa Keji.
07Masa Jabatan
2017 – 2022
M. Busro lahir di Desa Keji pada 12 Februari 1953 dari pasangan Pak Dainuri. Kepeduliannya pada desa mengantarkannya terpilih menjadi Kepala Desa Keji periode 2017–2023. Selama enam tahun memimpin, ia bertekad mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan jujur. Fokus utamanya adalah pembangunan jalan secara merata di seluruh wilayah desa, dengan prinsip transparansi penuh dalam mengelola bantuan Dana Desa dari pemerintah. Di samping pembangunan fisik, beliau gencar menghidupkan kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan kebersihan lingkungan. Kesenian seperti Hadroh, Narawiyah, hingga Jaran Kepang di Suruhan kembali aktif, Setelah purnatugas, beliau kembali berladang namun tetap aktif melayani masyarakat sebagai mudin desa. Ia berharap Desa Keji terus maju dengan keseimbangan antara jasmani dan rohani. Bagi generasi muda, ia berpesan agar calon pemimpin senantiasa berlaku jujur, amanah, terpercaya, dan selalu hadir langsung di tengah-tengah kegiatan masyarakat.
08Masa Jabatan
2022 – 2030
Siswanto lahir di Semarang, 17 Juni 1977. Beliau merupakan putra dari Bapak Suwito dan Ibu Puniyah. Pendidikan terakhir yang ditempuh adalah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Saat ini beliau masih menempuh pendidikan Sarjana nya. Beliau menjabat sebagai Kepala Desa Keji pada periode 2022–2030. Selama masa kepemimpinannya, beliau berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang berkelanjutan. Berbagai program yang dijalankan meliputi peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, penanganan stunting, pengembangan potensi pariwisata desa, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur desa, peningkatan sarana dan prasarana umum, serta pemberdayaan masyarakat. Beliau dikenal sebagai sosok yang tegas, namun tetap akrab dan dekat dengan masyarakat. Kedekatan tersebut diwujudkan melalui program Tilik Dusun, yaitu kegiatan mengunjungi setiap dusun untuk berbincang dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta meninjau secara langsung kondisi dan kebutuhan warga sebagai dasar dalam pelaksanaan pembangunan desa.
Pemerintahan Desa
Susunan organisasi dan perangkat Pemerintah Desa Keji.

Struktur Organisasi
Arsip Prestasi
Catatan penghargaan, apresiasi, dan pencapaian yang pernah diraih Desa Keji.
01Arsip Prestasi
Penyelenggara
Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa
Penghargaan ini diberikan kepada Bapak Siswanto selaku Kepala Desa yang menjadi peserta dalam program Kepala Desa Masuk Kampus yang Diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri Bekerjasama dengan Universitas Indonesia pada tanggal 29 Juli s.d 2 Juli 2026 yang dilaksanakan di Kampus Universitas Indonesia Depok.
02Arsip Prestasi
Penyelenggara
Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang
Penghargaan ini diberikan oleh Dinas Kesehatan Kab. Semarang pada tanggal 3 Maret 2024, sebagai Desa Germas di Kabupaten Semarang
03Arsip Prestasi
Penyelenggara
Bupati Semarang
Penghargaan ini diberikan oleh Bupati Semarang Pada Tanggal 31 Oktober 2019, atas Pemerolehan Predikat 'SANGAT BAIK' pada Hasil Pemeriksaan TA Tahun 2018 dalam Penyelenggaraan Pemerintahan
04Arsip Prestasi
Penyelenggara
Bupati Semarang
Lomba ini diselenggarakan pada tanggal 6 Maret 2018, dalam rangka mendorong pemerintah desa untuk meningkatkan pengelolaan keuangan desa
05Arsip Prestasi
Penyelenggara
Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang
Penghargaan ini diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang kepada Desa Keji pada Tanggal 29 Agustus 2014, Seabagai Desa ODF (Open Defecation Free) / Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan Berdasarkan Verifikasi Tanggal 25 Agustus 2014
06Arsip Prestasi
Penyelenggara
Museum Rekor Dunia Indonesia
Penghargaan ini diberikan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia kepada Pemerintah Desa Keji atas terselenggaranya Pemrakasa dan Penyelenggara Kegiatan Rangkaian Sajadah Terpanjang pada Tahun 2007
07Arsip Prestasi
Penyelenggara
Museum Rekor Dunia Indonesia
Penghargaan ini diberikan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia kepada Pemerintah Desa Keji atas Pemrakasa dan Pembuatan Kap Bidan Terbesar pada tahun 2010
08Arsip Prestasi
Penyelenggara
Museum Rekor Dunia Indonesia
Penghargaan ini diberikan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia kepada Syeikh Achmad Syakir Ibnu Muhammad selaku Kepala Desa Keji atas prestasi Pemrakasa Kegiatan Pengusungan 40 (Empat Puluh) Keranda Pada Suatu Kegiatan (Haul Sulthonil Auliya Syrikh Abdul Qodir Al Jilani r.a dan Arwah Jama') pada Mei 2007
Dokumentasi Desa
Dokumentasi kegiatan, budaya, pemerintahan, pembangunan, dan berbagai aktivitas Desa Keji tersedia pada halaman Galeri Desa.